TEST POST DENGAN GAMBAR

Posted in Uncategorized | Leave a comment

tentang mangga

Telah dilakukan perlakuan panas, iradiasi gamma, dan kombinasi perlakuan pada daya simpan mangga ( Mangifera Indica l. ) segar di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi BATAN, Jakarta. Buah mangga ini diperoleh di Babakan Raya Dramaga-Bogor. Buah mangga yang diperoleh mendapat tiga perlakuan yang berbeda, yaitu : mangga pertama (A) sebagai kontrol, mangga kedua (B) diiradiasi dengan dosis 0.75 kGy, dan mangga ketiga (C) diiradiasi dengan dosis 0.75 kGy dan mendapat perlakuan panas.Sebelum mendapat perlakuan diatas mangga dicuci terlebih dahulu dan dikeringkan kemudian mangga diberi perlakuan. Untuk mangga yang diiradiasi dengan dosis 0.75 kGy, mangga dimasukkan kedalam tupperware. Untuk mangga yang mendapat perlakuan panas, mangga dicelupkan kedalam air hangat hangat (550C, 5 menit). Setelah perlakuan-perlakuan diberikan mangga disimpan dalam ruangan dengan kelembaban nisbi (45 .. 75)%. Dari hasil penelitian selama 14 hari ternyata kombinasi perlakuan pencelupan dalam air hangat (550C, 5 menit) dan iradiasi gamma dengan dosis 0,75 kGy dapat memperpanjang masa simpan mangga varietas arumanis sampai 2 minggu. Akan tetapi, berdasarkan literatur dosis terbaik, yaitu 0,10-0.25 kGy sehingga daya simpan mangga dapat menunda proses pematangan sampai 14 hari dengan hasil masih dalam keadaan baik dan tidak mengalami pembusukan seperti penelitian dengan dosis 0,75 kGy. Adapun daya simpan mangga ini dipengaruhi oleh pencucian, pemanasan, iradiasi, dan aktivitas air.

sumber : Roni; Nuzulia, Nur Aisyah; Juniarzadinata, Rendra 2010

judul : Pengaruh Perlakuan Panas, Iradiasi Gamma, dan Kombinasi Perlakuan pada Daya Simpan Mangga ( Mangifera indica L. ) Segar. Institut Pertanian Bogor. bogor

URI : http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/28156

http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/28156

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Apa yang terjadi dengan Pertanian Indonesia saat ini???

Apa yang terjadi dengan Pertanian Indonesia saat ini???
Pertanian, memang jika terdengar kata pertanian tidak afdhal jika tidak ada hubungannya dengan Negara Indonesia, sesuai dengan Negara Indonesia adalah Negara agraris yang konon katanya kaya akan pertaniannya, dilihat dari sejarahnya pertanian Indonesia sudah ada sejak zaman purba. Masyarakat purba telah menerapkan system pertaniannya untuk mempertahankan hidupnya meskipun hanya sekedar membuka lahan lahan hutan dan sifatnya masih nomaden (berpindah-pindah), begitu juga dengan peralatan yang digunakan masih sangat sederhana, seperti batu-batuan, ranting kayu, batang pepohonan, semak belukar, dan lain-lain, namun, mereka telah mampu mengolah sebuah lahan dan akhirnya mampu menghasilkan produk yang bisa mempertahankan kehidupan keluarga mereka, lama kelamaan pertanian itu terus berkembang sesuai dengan zaman, baik dari segi pengolahannya maupun dari segi peralatannya, semua itu cukup menjadi dasar bagaimana pertanian Indonesia saat ini.
Pertanian bagi warga Indonesia masih menjadi sector utama mata pencaharian penduduknya, meskipun lingkup pertanian sebenarnya luas mulai dari persawahan, perikanan, peternakan, kelautan, kehutanan dan perairan, jika dilhat dari sudut pandang lahan pertaniannya memanglah petani Indonesia masih sangat miris nasibnya, dulunya banyak persawahan cantik namun sekarang menjadi gedung-gedung, perumahan, pusat perbelanjaan, terminal, pertokoan, dan lainnya. Jatah lahan semakin lama semakin menipis, contohnya terdapat suatu wilayah disekitar suatu provinsi, dahulunya wilayah itu adalah persawahan yang menjadikan daerahnya pusat penghasil beras tetapi semenjak tahun 2000 lahan itu dibeli dan didirikansebuah perumahan, para petani terpaksa menjual tanah sawahnya karena tuntutan ekonomi, namun pada akhirnya setelah mereka menjual tanah itu mereka kehilangan pekerjaan mereka, sperti pada umumnya, otomatis kebanyakan dari mereka menjadi pengangguran. Lahan pertanian menipis dan pengangguran berkeliaran, betapa tidak sedapnya wilayah itu dipandang mata.
Kelemahan petani Indonesia adalah kurang ahli dalam mengolah hasil pertaniannya sendiri, mereka memang mampu menggarap lahan itu dan menghasilkan suatu produk dasar namun mereka terburu-buru menjualnya begitu saja, padahal jika diubah menjdi sesuatu yang luar biasa banyak yang bernilai jual tinggi, misalnya hasil dari penanaman petani pohon jati, mereka kebanyakan menjual batangan pohon dalam bentuk mentahnya, seandainnya jika ia merubah pohon itu menjadi suatu peralatan meubel jadi pasti harga yang ditawarkan juga lebih tinggi, dan hal itu dapat membantu meningkatkan kualitas produk kreativitas petani Indonesia. Selain itu mereka juga kurang terampil dalam mengolah sisa produk pertaniannya, contohnya tumpukan jerami setelah panen, mereka hanya bisa membakarnya saja, hanya dianggap sampah dan tidak bisa dimanfaatkan lagi, padahal jika petani itu terampil tumpukan jerami bisa dimanfaatkan sehingga menjadi produk baru yang bernilai jual, kemungkinan terbesarnya adalah para petani tersebut kurang dalam penguasaan teknologi.
Setiap usaha selalu memerlukan suatu pembiayaan, banyak dari petani Indonesia mengeluh akan pendapatannya yang kecil dari hasil pertaniannya, para petani merasa keberatan dengan harga pupuk yang tinggi, harga obat-obatan yang melambung jauh, namun harga jual produk pertaniannya rendah, belum lagi jika dilanda hama, gagalnya panen gara-gara adanya bencana alam semakin mambuat mereka merugi. Namun jika disimpulkan dari berbagai macam produk yang dihasilkan oleh rakyat Indonesia memang sangat tepat jika pertanian Indonesia memiliki potensi yang kuat dan mantap dalam menciptakan produk-produk yang unggul. Harapan terbesar adalah semoga masalah pertanian segera teratasi dan kedepannya pertanian Indonesia mampu merajai pertanian dunia.

oleh
DYAH RIZA UTAMI
IPB 48

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

Posted in Uncategorized | 1 Comment